Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2016

4 Makanan yang Bikin Tubuh 'Bengkak'

4 Makanan yang Bikin Tubuh 'Bengkak'

ADA beberapa makanan yang diam-diam menyebabkan tubuh Anda membengkak, karena ternyata mengandung segudang lemak. Apa saja jenisnya?
Dilansir Boldsky, Senin (18/1/2016), hindari empat jenis makanan kaya lemak yang dapat membuat berat badan naik seperti berikut.
Selai kacang
Kacang pada dasarnya baik untuk kesehatan jantung. Tapi kalau sudah diolah menjadi selai kacang dapat mengubah fungsi untuk membakar kalori, tetap memicu alergi dan membuat berat badan naik.
Minyak sawit
Minyak goreng yang diambil dari sari kelapa sawit mengandung tinggi lemak. Sehingga 40 persen memicu kenaikan berat badan, bila Anda sering konsumsi makanan yang digoreng.
Biji-bijian
Gluten yang dikandung biji-bijian dapat ymenyebabkan peradangan, mengurangi fungsi metabolisme, dan menyebabkan kenaikan berat badan. Maka hindari ngemil biji-bijian setiap hari untuk alasan diet.
Gula nol kalori
Anda harus menghindari semua makanan yang mengandung gula nol kalori, seperti xylitol. Ini dapat mengganggu sekresi insulin tubuh, sehingga menyebabkan diabetes, peradangan dan kenaikan berat badan.

Rabu, 26 Agustus 2015

Cara Mengkonsumsi Semut Jepang Untuk Obat

  Cara Makan Semut Jepang - Merupakan serangga berbadan kecil yang selama ini hanya ktia perhatikan jika megerubungi makanan-makanan manis ternyata bukan hanya makhluk yang membuat kotor rumah Semut Jepang merupakan hewan yang jika dikonsumsi memberikan banyak manfaat kesehatan. Sebelum kita membahas cara makan semut Jepang, mari kita kenali sekilas mengenai hewan yang satu ini.


Cara Mengkonsumsi Semut Jepang
Cara Mengkonsumsi Semut Jepang

Apa itu semut jepang

Di Jepang, terdapat sekitar 200 spesies semut yang dalam bahasa negara tersebut dinamai “Ari”. Spesies-spesies tersebut termasuk Pachycondyla pilosior, Ponera swezeyi, Solenopsis japonica, Camponotus nipponicus, Polyergus samurai serta banyak lagi. Berbeda dengan semut kebanyakan di sekitar rumah kita, semut jepang memiliki badan yang keras. Semut-semut ini memiliki sayap, namun tidak bisa menggunakannya untuk terbang. Hewan yang hidup berkelompok ini bereproduksi dengan sangat cepat dan tidak memakan satu sama lainnya. 

Cara Budidaya Semut Jepang

Budidaya semut Jepang menjadi marak setelah banyak orang menemukan khasiat dari mengonsumsi jenis-jenis serangga ini.

  1. Siapkan bibit semut jepang, sekitar 3 ekor atau lebih karena akan baik hasil perkembangbiakannya dalam menghasilkan populasi yang banyak.
  2. Sediakan tempat seperti toples ataupun baskom yang tertutup, lalu diberi lubang kecil untuk saluran udara.
  3. Siapkan ragi tape, yang berfungsiuntuk sebagai permentasi tape.
  4. Siapkan tempatnya yang memiliki suhu berkisar 30 derajat atau dalam kondisi sedang.
  5. Siapkan kapas yang berfungsi untuk tempat perkembangbiakan semut jepang, kapas disesuaikan dengan toples atau baskom tempat berkembangbiaknya semut jepang.
  6. Point 1,3 dan 5 masukkan semua ke dalam toples atau baskom yang sudah disiapkan sebelumnya.
Manfaat Semut Jepang

Di antara manfaat yang bisa didapat dengan cara makan semut Jepang tersebut antara lain:
  1. Bisa menurunkan kadar kolesterol pada darah seseorang.
  2. Bisa membantu pemulihan,meringankan, serta menyembuhan penyakit Jantung.
  3. Sebagai obat asam urat, sehingga jika kadar asam urat Anda sudah terlampau tinggi, mengkonsumsi semut Jepang akan membantu mengobati berbagai penyakit-penyakit yang menjadi dampaknya.
  4. Pereda hipertensi. Semut Jepang bisa menstabilkan tekanan darah pada penderita penyakit tekanan darah tinggi.
  5. Menstabilkan kadar gula darah pada penderita atau orang-orang yang rawan terkena penyakit diabetes.
  6. Meningkatkan vitalitas pria dan wanita agar tidak loyo setelah melakukan kegiatan sehari-hari yang super padat.
  7. Sebagai obat penyakit hati atau hepatitis. 

Semut Jepang
Semut Jepang

Ada beberapa cara makan semut Jepang untuk mendapatkan khasiatnya. Cara yang pertama dan paling populer adalah dengan memasukkan semut Jepang ke dalam sebuah kapsul kosong. Belilah sebuah kapsul kosong dari apotek atau toko obat yang berasal dari bahan rumput laut. Kemudian, isilah kapsul tersebut dengan seekor semut Jepang. Untuk mengkonsumsinya, Anda bisa langsung menelan kapsul ini atau menggunakan bantuan bahan makanan lain seperti pisang. Cara kedua adalah dengan memasukkan satu atau dua ekor semut Jepang ke dalam segelas air atau teh panas. Setelah serangga tersebut mati, Anda bisa mencampurkan sedikit air dingin agar menjadi hangat dan meminumnya. 

Berikut adalah dosis yang perlu diperhatikan untuk tiap penyakit berbeda:

  • Untuk Anda yang terserang diabetes, makanlah 2 ekor semut 2 kali dalam sehari untuk tiga hari dalam seminggu. Setelah itu, periksa kembali kadar gula Anda. Jika telah normal, lanjutkan konsumsi 1 ekor semut tiap tiga hari dalam seminggu hingga satu bulan berikutnya.
  • Untuk penderita penyakit hati, makanlah 3 ekor semut 2 kali sehari selama tiga hari dalam seminggu. 
  • Untuk penderita asam urat, minumlah 2 ekor semut Jepang 2 kali dalam sehari. Jika Anda merasa kondisi Anda sangat parah, Anda boleh mengkonsumsi 5 ekor semut.  
  • Untuk Anda yang sering capek-capek setelah kerja, makanlah 4 ekor semut Jepang pada malam atau pagi hari sebelum Anda berangkat.

Hukum Islam tentang memakan Semut Jepang ?


Untuk topik kali memang mengandung keyakinan yaitu mengenai Hukum memakan Semut Jepang menurut Agama Islam ?, karena Islam adalah agama mayoritas di negara Indonesia ini maka Penulis akan sedikit menjelaskan mengenai hal ini. Lebih lengkapnya baca dibawah ini ya :

Informasi berikut berdasarkan informasi dari Blog Hukum mengkonsumsi Semut Jepang/ Kumbang Makkah ?.

Pertanyaan yang sering muncul adalah ~ Bagaimanakah hukum halal-haramnya Semut Jepang/ Kumbang Makkah ?, ~ Dapatkah Semut Jepang/ Kumbang Makkah dijadikan sebagai objek bisnis?, ~ Bolehkah kita mengkonsumsi Semut Jepang/ Kumbang Makkah untuk obat seperti dalam ramuan shin she yang menggunakan Semut Jepang/ Kumbang Makkah untuk mengobati sakit diabet jantung dal lain-lain?
Berdasarkan pengamatan kaidah fiqih dan pertimbangan ushul fiqih sebelum mencari dalil-dalil (nash) tentang halal haramnya Semut Jepang/ Kumbang Makkah maka kita perlu menegaskan sebagaimana yang dikemukakan oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam kitabnya Al-Halal wal Haram fil Islam (hal.22) bahwa hukum asal segala sesuatu adalah boleh (al-Ashlu fil asya’ al-ibahah) menurut beliau bahwa hukum asal segala sesuatu yang Allah ciptakan dan manfaatnya adalah halal dan boleh, kecuali apa yang ditentukan hukum keharamannya secara pasti oleh nash-nash yang shahih dan sharih (accurate texts and clear statements). Maka jika tidak ada nash seperti itu maka hukumnya kembali kepada asalnya yakni boleh. (istishab hukmil ashl). Prinsip inilah yang dipakai Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam menentukan hukum segala sesuatu selain ibadah dan aqidah. (Qawa’id Nuraniyah Fiqhiyah, hal. 112-113).
Kaidah hukum itu berdasarkan ayat-ayat yang jelas (sharih), firman Allah:“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS.Al-Baqarah:29).
Demikian pula dalam surat Al-Jatsiyah:13 dan Luqman:20. Inilah bentuk rahmat Allah kepada umat manusia dengan berlakunya syariah yang memperluas wilayah halal dan mempersempit wilayah haram, seperti ditegaskan oleh Nabi saw: “Apa yang Allah halalkan dalam kitab-Nya maka ia adalah halal (hukumnya) dan apa yang Dia haramkan maka (hukumnya) haram. Sedang apa yang Dia diamkan maka ia adalah suatu yang dimaafkan. Maka terimalah pemaafan-Nya, karena Allah tidak mungkin melupakan sesuatu.” (HR. Hakim dan Bazaar).
Bahkan Rasulullah melarang kita untuk mencari-cari alasan untuk mempersoalkan sesuatu yang Allah sengaja diamkan itu dengan sabdanya: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa hal fardhu maka jangan kamu abaikan, dan telah menggariskan beberapa batasan maka jangan kamu langgar dan telah mengharamkan beberapa hal maka jangan kamu terjang serta telah mendiamkan beberapa hal sebagai rahmat bagi kamu tanpa unsur kelupaan maka jangan kamu permasalahkan.”(HR. Dar Quthni).
Ketika Nabi saw ditanya tentang hukum keju, mentega, dan keledai liar, beliau enggan menjawab satu persatu masalah parsial ini melainkan beliau alihkan kepada kaidah dasar hukum agar mereka dapat cerdas menyimpulkan segala persoalan dengan sabdanya: “Sesuatu yang halal itu adalah apa yang dihalalkan Allah dalam kitab-Nya dan sesuatu yang haram itu adalah apa yang diharamkan Allah dalam kitab-Nya, dan apa yang Allah diamkan (tidak sebutkan) berarti termasuk apa yang dimaafkan (dibolehkan/dihalalkan) untuk kamu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Bila kita semua menelusuri berbagai macam kitab-kitab fiqih dalam masalah makanan, kita akan metemukan suatu kesimpulan bahwa hukum asal makanan adalah halal dan tidak dapat diharamkan kecuali berdasarkan dalil khas yang spesifik. Ingat berdasarkan dalil khas yang spesifik. (Mausu’ah Fiqhiyah, Kuwait, vol V hal. 123).

Allah telah menjelaskan secara jelas dan tuntas semua yang halal maupun yang haram. Dari sini para ulama menyimpulkan kaidah bahwa prinsip dasar makanan adalah halal kecuali bila terdapat larangan dari nash (Al-Qur’an dan Sunnah). lihat (QS. Al-A’raf: 157, An-Nisa’:29, Al-Maidah:4, Al-An’am: 119, 145). Di antara faktor-faktor dan unsur-unsur kandungan yang dapat mengharamkan makanan di antaranya:

1. Dipastikan dapat menimbulkan bahaya(dharar) bagi tubuh manusia.
~ Allah berfirman: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah:195). 
~ Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang mereguk racun lalu membunuh dirinya sendiri, maka racunnya akan tetap berada di tangannya seraya ia mereguknya di neraka Jahanam selama-lamanya.” (HR. Bukhari).
~ dan sabdanya: “Tidak dibolehkan melakukan sesuatu yang membahayakan (dharar) diri sendiri dan orang lain (dhirar).” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

2. Menghilangkan ingatan, Memabukkan, melalaikan. Seperti segala jenis obat-obatan terlarang, candu, narkotika, minuman keras dan zat adiktif lainnya. 
~Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah:90). Rasulullah saw bersabda: “segala sesuatu jika banyaknya memabukkan, maka yang sedikitnya pun haram.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

3. Najis dan makanan/ hewan terkontaminasi najis. 
Contoh: babi, darah, anjing, bangkai (selain ikan dan belalang). (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah, Kuwait, vol. V/125). 
Allah berfirman: “Katakanlah:”Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena semua itu najis atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al-An’am: 145).

Apabila kita dapati Nabi saw melarang beberapa jenis makanan atau binatang di luar konteks yang dinashkan oleh al-Qur’an maka ulama fiqih dan ushul seperti Imam Asy-Syaukani mengkategorikan larangan Nabi tersebut sebagai larangan makruh bukan haram. Atau bila terdapat kesesuaian ‘illat (sebab) hukum pengharaman dalam al-Qur’an seperti najis atau indikasi najis, rijs atau fisq yang semuanya digolongkan khabaits kebalikan halal yang identik dengan thoyyibat secara umum. Maka hal itu termasuk kategori qiyas (analogi) terhadap larangan al-Qur’an.

As-Syaukani melihat tidak ada relevansinya pengharaman binatang yang diperintahkan oleh Nabi untuk dibunuh maupun yang dilarang Nabi untuk dibunuh merupakan konsekuensi logis dan kultural untuk menjadi dalil pengharaman untuk memakannya maka hal itu TIDAK DAPAT dijadikan dasar pengharaman. Seperti hadist riwayat Ibnu Abbas Rasulullah s.a.w. melarang membunuh empat jenis hewan melata, yaitu semut, lebah, burung hud-hud dan burung sejenis jalak. (h.r. Abu Dawud sahih sesuai syarat sahihain). Khatabi dan Baghawi menegaskan bahwa semut di sini bukan semua jenis semut, tapi semut Sulaimaniyah, yaitu semut besar yang tidak membahayakan dan tidak menyerang manusia. Adapun semut-semut kecil yang kadang termasuk wabah dan mengganggu serta menyerang manusia, maka boleh dibunuh. Imam Malik mengatakan makruh hukumnya membunuh semut yang tidak membahayakan. Namun meskipun boleh membunuh semut, tapi sebaiknya mebunuh semut dengan cara tidak membakarnya, karena ada hadist yang menegaskan bahwa yang berhak menyiksa dengan api adalah Tuhan api. (h.r. Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud).

Namun bila binatang yang diperintahkan Nabi untuk membunuhnya maupun yang dilarang untuk membunuhnya termasuk kategori khabaits (najis) maka pengharamannya berdasarkan ayat di atas, jika tidak mengandung unsur khabaits yang manshus (ditegaskan oleh nash ayat) maka hukumnya kembali kepada hukum asal yakni halal berdasarkan dalil dan kaidah umum. (Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, V/14).
#Adapun hukum Semut Jepang/ Kumbang Makkah menurut uraian kaidah hukum di atas adalah kembali kepada hukum asal makanan yakni halal, karena tidak ada nash tegas maupun qiyas yang relevan untuk mengharamkannya ataupun memasukkannya dalam kategori khabaits (najis) hanya berdasarkan perasaan geli dan jijik yang nisbi (relatif) itu tidak dapat dijadikan hukum. Karena juga relatif jijik atau tidak pada masing-masing orang. Hukum itu dibangun di atas dasar kepastian dan universalitas. 
#Sebagian ulama mengatakan bahwa boleh mengkonsumsi Semut Jepang/ Kumbang Makkah dan semua serangga selama aman dari racun (secara medis maupun pengalaman empirik) ataupun bakteri yang membahayakan kesehatan. Apalagi sampai kini secara empirik dan medis belum ditemukan indikasi yang membahayakan dan kita tidak dituntut oleh Allah untuk mengetahui sesuatu di luar kemampuan kita sehingga kita terhalang dari memanfaatkan apa yang Allah ciptakan untuk kita. (Ad-Dardir, Asy-Syarhul Kabir, vol. II/115, Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islam wa Adillatuhu, V/510, Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, II/10).
#Imam Al-Qurthubi menegaskan dalam menafsirkan ayat tersebut: “Menurut mazhab imam Malik bahwa yang dimaksud dengan ath-thayyibat adalah al-muhallalat; yang seolah-olah Allah menyifati apa yang dihalalkan-Nya dengan thayyib, karena lafazh ini mengandung makna pujian dan sanjungan. Dengan logika ini kita katakan bahwa yang dimaksud dengan al-khabaits adalah al-muharramat (apa yang diharamkan Allah), karenanya Ibnu ‘Abbas mengatakan: al-khabaits adalah daging babi, riba dan lain sebagainya.”
#Lebih tegas dan secara khusus ulama tafsir (mufassirun) seperti Imam As-Suyuthi dalam tafsir Al-Jalalain ketika menafsirkan kata (khabaits) dalam surat Al-Al-A’raf’:157 mengatakan khabits itu adalah seperti bangkai dan sebagainya (segala yang diharamkan Allah secara eksplisit/terang dalam al-Qur’an). 

#Sedangkan Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat di atas (Wa yuhillu lahum ath-thayyibat wa yuharrimu ‘alaihim al-khabaits) mengatakan: “Maknanya adalah menghalalkan bagi mereka apa yang mereka telah haramkan sebelumnya atas diri mereka bahiirah (unta yang telah beranak lima kali dan anak kelimanya jantan, lalu unta betina itu dibelah telinganya, dilepaskan dan tidak boleh ditunggangi lagi serta tidak boleh diambil susunya) saaibah (unta betina yang dibiarkan pergi ke mana saja lantaran suatu nazar) washiilah ( seekor domba betina melahirkan anak kembar yang terdiri dari jantan dan betina, maka yang jantan ini disebut washilah, tidak disembelih dan diserahkan kepada berhala) dan haam (unta jantan yang tidak diganggu gugat lagi karena telah dapat membuntingkan unta betina sepuluh kali; QS. Al-Maidah:103) dan mengharamkan atas mereka al-khabaits. 

#Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas dimana beliau menafsirkannya: yaitu seperti daging babi, riba dan apa yang mereka halalkan dari makanan yang Allah ta’ala haramkan. Sebagian ulama mengatakan: "Setiap makanan yang Allah halalkan (dalam kitab-Nya) ia adalah thayyib (baik) dan bermanfaat bagi tubuh dan agama, sedangkan apa yang diharamkan-Nya maka ia adalah khabits dan berbahaya bagi tubuh dan agama.” (Tafsir Ibnu Katsir, II/244).

#Apalagi agrobisnis Semut Jepang/ Kumbang Makkah itu untuk pengobatan maka hukumnya lebih ringan lagi. Meskipun kita telah mendudukkan hukum asalnya yakni halal. (Berdasarkan pada kaidah halal-haram makanan dan minuman dalam al-Qur’an: QS. Al-Baqarah:173, Al-Maidah:3-5, 87, 145, Al-A’raf:32, Al-An’am:119, Yunus:59, An-Nahl:35, 115, 116, Al-Isra’:70, Al-Hajj:3, At-Tahrim:1). 
#Adapun mengenai media hidupnya yang sebagian dari barang halal yaitu kapas dan makanannya yang hanya ragi tape. Yang dimakruhkan ulama (yakni binatang yang sebagian besar media hidupnya barang-barang najis. 
#Dan menurut ulama kotoran binatang yang dimakan dagingnya seperti unta, sapi tidak najis, di samping itu bukan makanan pokok satu-satunya. Itupun masih diperselisihkan ulama dan paling berat mereka menghukuminya makruh tidak sampai haram. (Al-Mathalib, VI/309, Az-Zuhaili, II/513) 
#Demikian pula bisnis dalam hal ini hukum prinsipnya juga halal termasuk mengkonsumsinya untuk obat-obatan. Selama tidak diketemukan unsur-unsur lain yang mengharamkannya. Semoga Allah memberkati usaha saudara dan dapat bermanfaat bagi umat manusia. Wallahu A’lam. Wabillahit Taufiq wal Hidayah. 
Referensi:

#Hukum Jangkrik dan Belalang http://halalmui.org/images/stories/Fatwa/cacing%20dan%20jangkrik.pdf
#Bisnis Budidaya Cacing dan Jangkrik serta Mengkonsumsinya, Bolehkah? Dr. Setiawan Budi Utomo http://m.dakwatuna.com/2009/08/19/3493/bisnis-budidaya-cacing-dan-jangkrik-serta-mengkonsumsinya-bolehkah/
#Hukum Memakan Semut yang Tercampur di Makanan http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1099:hukum-memakan-semut-yang-tercampur-di-makanan&catid=1:tanya-jawab
#Cokelat Kumbang, Jajanan Bernilai Gizi Tinggi http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/14/08/28/nb0dk5-cokelat-kumbang-jajanan-bernilai-gizi-tinggi?
#Ulat dalam beras dan kutu beras: Bagaimanakah pembiakannya   http://halaqah.net/v10/index.php?topic=12860.0
#http://ditjenbun.pertanian.go.id/bbpptpambon/berita-309-tenebrio-molitor-hama-pascapanen-yang-bermanfaat.html

#Copy Artikel dari Blog www.hukummakansemutjepanghalalatauharam.blogspot.com

Efek samping dalam konsumsi Semut Jepang


     Sebelumnya pernah Penulis bahas tepatnya di bagian FAQ (Frequently Asked Question) mengenai efek samping dalam konsumsi semut jepang. Karena saya rasa masih banyak sekali yang menanyakan hal ini baik di forum online ataupun waktu ngobrol semut jepang dengan rekan - rekan pembeli ataupun konsumen dari semut jepang karena takut jika terjadi apa - apa pada dirinya. Mengingat dalam mengkonsumsi semut jepang ini tidak ada jaminan jika konsumen terjadi apa - apa. 


  Untuk memberikan solusi mengenai hal itu akan Penulis rangkum dengan beberapa statement dari rekan - rekan Pembudidaya atau konsumen yang telah merasakan beberapa efek dari Semut Jepang. Efek yang dibahas bukan testimonial mengenai penyakit yang sembuh dan membaik tetapi lebih ke arah efek yang dirasa aneh setelah mengkonsumsi semut jepang tersebut.

Pada bahasan disamping ini oleh Mas Zahid adalah screenshoot Pak Jhon berdiskusi dengan Pak Joko Purwanto dalam diskusi disamping. Mas Zahid hanya mengingatkan bahwa sesuatu yang berlebihan dari dosis normalnya itu tidak baik untuk kesehatan konsumen itu sendiri.


Nah yang kedua oleh Pak Nijam Putra beliau membagikan pengalaman yang dialami oleh temannya dalam mengkonsumsi semut jepang secara berlebihan sekitar 12 ekor kemudian memberikan efek Ngilu terhadap kemaluan konsumen selama 2 hari.
Mungkin dengan pengalaman rekan - rekan ini membantu kita agar berhati" dalam mengkonsumsi Semut Jepang. 

Setelah kita bahas screenshot dari Mas Zahid, adalah Pak Raden Jho yang melaporkan bahwa ada keluarga yang mengkonsumsi sampai 15 kapsul dan perkapsul 5 ekor jadi sekitar 75 ekor semut jepang mengakibatkan kadar Hemogoblin Darahnya turun menjadi 5 padahal normalnya adalah 12, turun sekitar separuh dari angka normal.

 Lanjut pada postingan yang ketiga ketika ada salah satu akun Facebook Jon Sableng menanyakan kepada forum mengenai efek samping semut jepang ini kepada member dari grup komunitas Semut Jepang.

Dan selain jawaban dari saya sendiri yaitu jika mengkonsumsi berlebih dari dosis bisa membuat lemas karena turunnya gula darah, hal ini saya sampaikan berdasar pengalamn pribadi keluarga mertua kakak saya yang mencoba konsumsi berharap dapat lebih cepat sembuh jika mengkonsumsinya secara banyak. Kemudian ada Pak Agung Nalendro yang mengatakan bahwa :
Jika mengkonsumsi Semut Jepang berefek pada stamina yang prima alias gairah seksuallitas yang meningkat. dalam hal ini berarti kejantanan pada jenis kelamin laki - laki. Mungkin dari pengalaman tersebut dapat menambah informasi mengenai konsumsi semut jepang secara berlebih itu tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia.

Dan yang terakhir adalah dari Mas DIno Saputro yang mengatakan bahwa ketika mengkonsumsi Semut Jepang dari yang beliau baca dari review orang yang pernah mengkonsumsinya membuat konsumen tidak dapat tidur dan mengakibatkan panas pada tubuh konsumen yang mengkonsumsinya berlebih daripada dosis yang dianjurkan oleh rekan - rekan Pembudidaya Semut Jepang.


Tetapi saran dari Penulis selain tetap mengkonsumsinya secara normal dan tidak berlebihan. Tetap harus menjaga pola hidup sehat serta jika memang dengan konsumsi normal tidak ada perubahan bisa ditambahkan bertahap tiap harinya/ minggunya karena untuk mencari dosis pasnya untuk tubuh daripada konsumen semut jepang tersebut, karena tiap - tiap orang berbeda untuk dosis konsumsinya. Namun bila sekitar tenggat waktu 1 - 2 bulan tidak ada perubahan yang dirasa setelah mengkonsumsi semut jepang tersebut maka Penulis menganjurkan untuk berhenti mungkin memang Semut Jepang tersebut tidak cocok pada tubuh anda.
Terima Kasih.
Sumber informasi gambar diambil dari
Grup P. Joko Purwanto & Komunitas Semut Jepang Indonesia.

Jumat, 31 Juli 2015

Cara Mengetahui Pembalut Anda Mengandung Klorin

Cara Mengetahui Pembalut Anda Mengandung Klorin
Sebagian besar produk pembalut wanita yang terdaftar di Kementerian Kesehatan ternyata memiliki kandungan klorin atau bahan kimia pemutih di dalamnya, demikian menurut hasil temuan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Sementara untuk memperkuat hasil penelitiannya, pihak YLKI menguji kadar klorin pembalut itu di laboratorium independen TUV NORD yang terakreditasi selama Januari-Februari 2015.
Dalam melakukan penelitian, diambil sampel sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner yang dijual di peretail modern. Yang mengejutkan adalah hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa semua sampel mengandung klorin 5-55 ppm. Anggota Pengurus Harian YLKI, Ilyani Sudrajat, mengatakan selama ini banyak perempuan yang mengeluhkan pembalut mereka menyebabkan iritasi.
Berikut cara mengetahui pembalut yang engandung klorin :
  • Ambil pembalut dan sobek lapisannya. Ambil kapas (bagian putih) di dalamnya.
  • Ambil gelas transparan da nisi dengan air, masukan kapas pembalut ke dalamnya hingga semua bagian terendam.
  • Aduk-aduk dan biarkan beberapa saat.
  • Jika air berubah warna putih, makan pembalut mengandung pemutih.
  • Lihat apakah kapas hancur atau tetap utuh.
Jika kapas tersebut hancur atau menjadi bubur dan airnya keruh, maka pembalut tersebut kurang berkualitas dan menggunakan klorin atau bahan pemutih. Hindari pemakaian pembalut lebih lanjut jika memang Anda mengalami iritasi saat menggunakannya atau gatal-gatal saat dipakai.
Tips ini mudah dilakukan di rumah, Anda bisa melakukan tes sendiri. Yuk lebih cermat memilih produk untuk kesehatan dan area kewanitaan Anda Ladies.

Sumber

Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan

Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan 




Info Kesehatan - Buah naga merupakan buah yang mengandung vitamin dan zat-zat lainnya dan tentu juga manfaatnya itu jangan pernah diragukan lagi. Buah Naga atau Dragon Fruit ini adalah jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah naga ini merupakan antioksidan yang sangat baik sehingga bisa melindungi tubuh dari radikal bebas dan kanker. Buah Naga ini memiliki rasa agak hambar. Khasiat dari buah naga ini untuk tubuh ialah untuk menetralkan racun, dan juga mengikat logam berat. 

Selain itu, kandungan vitamin C yang tinggi dalam kandungan buah naga membuat manfaat bahwa buah naga itu sangat berguna untuk meningkatkan kekebalan pada tubuh hingga membantu menyembuhkan luka/memar. kandungan vitamin B2 dan B1 dalam buah naga sangat baik untuk meningkatkan metabolisme dan memulihkan nafsu pada makan. Tak hanya itu, buah naga juga mengandung vitamin B3 yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dan untuk menyembuhkan penyakit batuk dan asma hingga dapat mengatasi tekanan darah tinggi. 

Macam-macam buah naga dan khasiatnya :

  • Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih
  • Hylecereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah
  • Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih
  • Hylocereus costaricensis, buah naga daging super merah
Manfaat buah naga merah dikenal sangat efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Buah naga merah ini merupakan buah yang memiliki serat yang tinggi sehingga dapat membantu proses pencernaan, membantu mengurangi lemak pada tubuh, menjaga kesehatan pada mata karena mengandung karoten, dapat mencegah dan mengobati penyakit jantung, kanker, hingga membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini disebabkan karena buah naga ini mengandung lycopene. (berbagai sumber)

Senin, 11 Mei 2015

Healthy Meal Prep | Grilled Chicken Salad

Today (Thursday) marks Day 7 of our 40-day Fat Loss Challenge.  I measured in on Day 1 at 24% (calipers) and today was at 22%!  Woo-hoo!  A 2% difference in 1 week is a big deal!  I'll show you some progress pics soon so you can see what it looks like.  I'm also using my heart-rate monitor (twice) and have been surprised at how little amount of calories it says I'm burning during my workouts.  I'll get into more detail on that in another post soon too.
Today, I'm sharing one of the meals I've been eating- a Grilled Chicken Salad and I always make multiples at a time so I can just pull the assembled salad out of the fridge and I don't have to spend time reprepping.  
Step 1 is to always have grilled chicken on hand or prepare enough for several salads.  If I'm just cooking 4-8 chicken breasts at a time, I use a grill pan.  Spray that pan with cooking spray, and heat to medium-high heat.  I pound my chicken breasts a little so they are thinner and cook evenly.   My seasoning of choice is Mrs. Dash, which I put on both sides, then cook for about 4 minutes per side   or so until they are cooked through, and let rest before eating so they stay moist. 

I measure my chicken to 4 ounces and show you below what that looks like if you don't have a kitchen scale. See the bell pepper beside for reference.  

A super simple salad I enjoy is with prewashed spinach/kale/romaine, bell peppers, cherry tomatoes, and a little fat free dressing.  Buying the prewashed lettuce is awesome and they tend to stay pretty fresh in the bag, but I find my salads stay fresh in the tupperware too for several days.  
One of my favorite things to do is chop veggies and I'm not sure why.  To chop my peppers, I cut off the top and bottoms, then slice them open, removing the core.  Then chop into strips and finally, a smallish dice. 
Grab a big handful of greens and add in the other ingredients.  I leave the tomatoes whole since they're small and so they don't start getting my salad all wet.  I think these tupperware containers hold 3 cups.  If I'm eating this meal for 2, 3, or 4, I might add a small side potato or 1/2 cup of rice to bring in more carbs so I'm more satiated. 
When it's time to eat, I always transfer the salad to a nice bowl because I really don't like eating out of tupperware unless I have to and I did that a lot when I was training for my competition.  Had to eat in the car or at my son's swimming lessons or wherever. 
If I'm eating this meal for 2, 3, or 4, I might add a small side potato or 1/2 cup of rice to bring in more carbs so I'm more satiated.   Even though it may only save a little bit of time, making several salads at a time ends up being so much more convenient during the day than having to prep each one individually.  I'd say my grilled chicken can last up to a week in the fridge, but I try to eat it all in 5 days to be on the safe side.  
What would you like to know about meal plans, prep, training etc?  I'd love to hear and use your comments for future blog posts.  :)